Jumat, 26 April 2013

Memakmurkan Masjid



Khutbah Jum’at
Memakmurkan Masjid
( Masjid Ciptoning Sukoharjo )
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيم
Ma’asyirol Muslimin Yang dirahmati Allah
Segala puji hanya milik Allah dzat yang berhak kita sembah dan tidaklah semua amalan yang kita perbuat melainkan tujuannya adalah untuk mendapatkan rahmat dan ridho-Nya.Allah adalah Rabb kita satu-satunya maka jangan sampai kita menyekutukannya,Allah juga Rabb kita yang selalu mengawasi gerak gerik kita maka jangan sampai kaki yang kita langkahkan ini hanya untuk menuju perbuatan maksiat kepada-Nya.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kpd junjungan kita nabi Muhammad yang telah menuntun manusia manusia dari peribadatan dan penghambaan manusia kepada manusia menuju peribadatan manusia kepada Allah semata,yang telah membimbing manusia dari gemerlapnya dunia yang menipu ini menuju kebahagiaan hakiki diakherat kelak.semoga kita selaku umatnbya mendapatkan syafa’at beliau dan bisa bertemu dengan beliau di surga kelak.
Kita telah diingatkan oleh Rosulullah dalam sabdanya yang berbunyi :
عن أنس أن النبي صلى الله عليه و سلم قال لَا تَقُومُ اَلسَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى اَلنَّاسُ فِي اَلْمَسَاجِدِ - أَخْرَجَهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا اَلتِّرْمِذِيُّ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة
Dari anas bin malik r.a,bahwasannya Nabi bersabda : “tidak akan terjadi hari kiamat sehingga manusia saling berbangga bangga dengan kemegahan masjidnya” ( Hadist ini diriwayatkan oleh ibnu khuzaimah)
وقال أنس رضي الله عنه: ( يتباهون بها ثم لا يعمرونها إلا قليلا).
Kemudian setelah meriwayatkan hadis ini anas bin malik mengatakan : orang-orang itu saling berbangga dengan kemegahan mesjidnya akan tetapi mereka tidak memakmurkannya kecuali hanya sedikit saja.

Ma’asyirol Muslimin
Alangkah benarnya perkataan Rosulullah wa huwa shodiqul mashduq,,,bagaimana tidak,tidaklah kita melihat keadaan orang orang disekitar kita,mereka mampu membangun masjid yang besar kemudian menghiasi dan memperelok dengan segala macam cara agar mansuia kagum dengan kemegahan masjid tersebut akan tetapi mereka tidak mampu memakmurkan serta meramaikan masjid tersebut dengan segala macam ibadah yang telah Rosululloh ajarkan.tidak salah orang orang berbondong bondong mengeluarkan harta bendanya untuk membangun masjid bahkan hal ini sangat dianjurkan dalam syaria’t,tidak salah pula mereka  menghiasi,memperbesar dan memperelok masjid tersebut.akan tetapi itu semua tidak menjadi tujuan utama karena yang menjadu tujuan utama adalah bagaimana masjid yang mereka bangun itu bisa diramaikan dan difungsikan sebgai centre daripada kegiatan dan syi’ar agama islam.
Ketika Rasulullah SAW  pertama kali datang ke Madinah dalam rangka melaksanakan perintah hijrah suci, ada tiga hal yang Rasulullah lakukan dalam memulai dakwahnya:  Pertama: Mempersatukan beberapa komponen masyarakat Madinah saat itu , Kedua : Mempersaudarakan  diantara para sahabat  muhajirin dan Anshor, Ketiga : Mendirikan  masjid sebagai pusat  dakwah dan  pembibitan kader-kader Muslim yang siap menghadapi  tantangan di masa depan. Maka sudah semestinya fungsi masjid ini tidak hanya digunakan untuk sholat jama’ah lima waktu,tidak hanya sholat jum’at dan sholat ‘ied ,akan tetapi lebih dari itu masjid digunakan unutk segala kepentingan dan kemaslahatan untuk kaum muslimin.masjid bisa digunakan untuk tempat  musyawaroh,difungsikan sebagai Tempat pengadilan dan mendamaikan sengketa,sebagai pusat daripada pendidikan dan  pengarahan umat dan lai sebagainya.
Masjid adalah tempat yang paling dicintai dan disukai Allah subhanahu wa ta’ala daripada tempat tempat yang lain karena ia merupakan baitullah,maka akan akan memuliakan serta memberikan janji bagi siapapun yang ikut serta dalam pembangunan fisik masjid akan dibangunkan pula istana disurga kelak sebagaimana sabda Rosulullah
أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ أَرَادَ بِنَاءَ الْمَسْجِدِ فَكَرِهَ النَّاسُ ذٰلِكَ فَأَحَبُّوْا أَنْ يَدَعَهُ عَلَى هَيْئَتِهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا ِللهِ بَنَى اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Bahwa Utsman bin Affan bermaksud hendak merenovasi masjid, tetapi dicegah oleh orang banyak. Mereka lebih suka membiarkan masjid itu sebagaimana adanya. Maka dia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam, bersabda : Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah membuatkan (rumah yang mulia) di surga untuknya seperti masjid itu
(Shahih Muslim 533-25)
Ma’asyirol muslimin
Maka dari itu allah memberi kemuliaan bagi mereka cnta keada baitulloh,hatinya condong ke tempat suci baitullah sebagaimana sabda rosulullah yang artinya :
Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi Bersabda :  Ada 7 golongan yang akan mendapatkan naungan  Allah pada hari tidak ada lagi kecuali naungan-Nya:……..  ( Diantara orang yang akan mendapatkan naungan adalah : Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid )…………… ( HR Muslim )
Apa yang seharusnya kita lakukan didalam masjid :
Pertama,Tidak berbuat syirik dengan mendirikan kuburan didalam masjid dan berbuat syirik didalamnya :

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا ( الجنّ : 18 )
Artinya:  Dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.  ( QS Al Jinn : 18 )

Kedua, membersihkan dan mensucikan masjid, serta memberinya wewangian
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِى الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan, (lalu) dibersihkan dan diberi wewangian." (HR. Abu Daud)

Ketiga, mendirikan shalat jama'ah di masjid
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat jama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian (HR. Muslim)

Keempat, memperbanyak dzikrullah dan tilawah Qur'an di masjid

Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لاَ تَصْلُحُ لِشَىْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلاَ الْقَذَرِ إِنَّمَا هِىَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanyasanya ia (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an. (HR. Muslim)

Kelima, memakmurkan masjid dengan taklim, halaqah, dan majlis ilmu lainnya
Rasulullah SAW bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

…dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketentraman kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya… (HR. Muslim)

Demikian empat diantara bentuk memakmurkan masjid, semoga Allah SWT memudahkan kita menjadi hamba-hambaNya yang memakmurkan masjidNya.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وايّاكم بما فيه من الآيات والذّكر الحكيم وقل ربّ اغفر وارحم وأنت خير الرّاحمين
Khutbah kedua


..................................................
Disusun : Muh Asrofi


Tidak ada komentar: