Khutbah Jum’at
Memakmurkan Masjid
( Masjid
Ciptoning Sukoharjo )
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيم
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيم
Ma’asyirol Muslimin Yang
dirahmati Allah
Segala puji hanya milik
Allah dzat yang berhak kita sembah dan tidaklah semua amalan yang kita perbuat
melainkan tujuannya adalah untuk mendapatkan rahmat dan ridho-Nya.Allah adalah
Rabb kita satu-satunya maka jangan sampai kita menyekutukannya,Allah juga Rabb
kita yang selalu mengawasi gerak gerik kita maka jangan sampai kaki yang kita
langkahkan ini hanya untuk menuju perbuatan maksiat kepada-Nya.
Sholawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kpd junjungan kita nabi Muhammad yang telah menuntun
manusia manusia dari peribadatan dan penghambaan manusia kepada manusia menuju
peribadatan manusia kepada Allah semata,yang telah membimbing manusia dari
gemerlapnya dunia yang menipu ini menuju kebahagiaan hakiki diakherat
kelak.semoga kita selaku umatnbya mendapatkan syafa’at beliau dan bisa bertemu
dengan beliau di surga kelak.
Kita telah diingatkan oleh
Rosulullah dalam sabdanya yang berbunyi :
عن أنس أن النبي صلى الله عليه و سلم
قال لَا تَقُومُ اَلسَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى اَلنَّاسُ فِي اَلْمَسَاجِدِ -
أَخْرَجَهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا اَلتِّرْمِذِيُّ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة
Dari anas bin malik r.a,bahwasannya
Nabi bersabda : “tidak akan terjadi hari kiamat sehingga manusia saling
berbangga bangga dengan kemegahan masjidnya” ( Hadist ini diriwayatkan oleh
ibnu khuzaimah)
وقال أنس رضي الله عنه: ( يتباهون بها
ثم لا يعمرونها إلا قليلا).
Kemudian
setelah meriwayatkan hadis ini anas bin malik mengatakan : orang-orang itu
saling berbangga dengan kemegahan mesjidnya akan tetapi mereka tidak memakmurkannya
kecuali hanya sedikit saja.
Ma’asyirol Muslimin
Alangkah benarnya perkataan
Rosulullah wa huwa shodiqul mashduq,,,bagaimana tidak,tidaklah kita melihat
keadaan orang orang disekitar kita,mereka mampu membangun masjid yang besar
kemudian menghiasi dan memperelok dengan segala macam cara agar mansuia kagum
dengan kemegahan masjid tersebut akan tetapi mereka tidak mampu memakmurkan
serta meramaikan masjid tersebut dengan segala macam ibadah yang telah
Rosululloh ajarkan.tidak salah orang orang berbondong bondong mengeluarkan
harta bendanya untuk membangun masjid bahkan hal ini sangat dianjurkan dalam
syaria’t,tidak salah pula mereka
menghiasi,memperbesar dan memperelok masjid tersebut.akan tetapi itu
semua tidak menjadi tujuan utama karena yang menjadu tujuan utama adalah
bagaimana masjid yang mereka bangun itu bisa diramaikan dan difungsikan sebgai
centre daripada kegiatan dan syi’ar agama islam.
Ketika
Rasulullah SAW pertama kali datang ke Madinah dalam rangka melaksanakan
perintah hijrah suci, ada tiga hal yang Rasulullah lakukan dalam memulai
dakwahnya: Pertama: Mempersatukan beberapa komponen masyarakat Madinah
saat itu , Kedua : Mempersaudarakan diantara para sahabat muhajirin
dan Anshor, Ketiga : Mendirikan masjid sebagai pusat dakwah
dan pembibitan kader-kader Muslim yang siap menghadapi tantangan di
masa depan. Maka sudah semestinya fungsi masjid ini tidak hanya
digunakan untuk sholat jama’ah lima waktu,tidak hanya sholat jum’at dan sholat
‘ied ,akan tetapi lebih dari itu masjid digunakan unutk segala kepentingan dan
kemaslahatan untuk kaum muslimin.masjid bisa digunakan untuk tempat musyawaroh,difungsikan sebagai Tempat pengadilan dan mendamaikan
sengketa,sebagai pusat daripada pendidikan dan pengarahan umat dan lai sebagainya.
Masjid adalah
tempat yang paling dicintai dan disukai Allah subhanahu wa ta’ala daripada
tempat tempat yang lain karena ia merupakan baitullah,maka akan akan memuliakan
serta memberikan janji bagi siapapun yang ikut serta dalam pembangunan fisik
masjid akan dibangunkan pula istana disurga kelak sebagaimana sabda Rosulullah
أَنَّ عُثْمَانَ
بْنَ عَفَّانَ أَرَادَ بِنَاءَ الْمَسْجِدِ فَكَرِهَ النَّاسُ ذٰلِكَ فَأَحَبُّوْا
أَنْ يَدَعَهُ عَلَى هَيْئَتِهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا ِللهِ بَنَى اللهُ لَهُ فِي
الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Bahwa Utsman bin Affan bermaksud hendak merenovasi
masjid, tetapi dicegah oleh orang banyak. Mereka lebih suka membiarkan masjid
itu sebagaimana adanya. Maka dia berkata, Aku mendengar Rasulullah
shallallahu’alaihiwasallam, bersabda : Siapa yang membangun masjid karena
Allah, maka Allah membuatkan (rumah yang mulia) di surga untuknya seperti
masjid itu
(Shahih Muslim 533-25)
Ma’asyirol
muslimin
Maka dari itu
allah memberi kemuliaan bagi mereka cnta keada baitulloh,hatinya condong ke
tempat suci baitullah sebagaimana sabda rosulullah yang artinya :
“Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi Bersabda : Ada 7
golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada lagi
kecuali naungan-Nya:…….. ( Diantara orang yang akan mendapatkan naungan
adalah : Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid )…………… ( HR
Muslim )
Apa yang seharusnya kita lakukan
didalam masjid :
Pertama,Tidak berbuat syirik dengan
mendirikan kuburan didalam masjid dan berbuat syirik didalamnya :
وَأَنَّ
الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا ( الجنّ : 18 )
Artinya: Dan Sesungguhnya
mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah
seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. ( QS Al Jinn : 18 )
Kedua, membersihkan dan mensucikan
masjid, serta memberinya wewangian
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِى الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan, (lalu) dibersihkan dan diberi wewangian." (HR. Abu Daud)
Ketiga, mendirikan shalat jama'ah di masjid
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Shalat jama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian (HR. Muslim)
Keempat, memperbanyak dzikrullah dan tilawah Qur'an di masjid
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لاَ تَصْلُحُ لِشَىْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلاَ الْقَذَرِ إِنَّمَا هِىَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanyasanya ia (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an. (HR. Muslim)
Kelima, memakmurkan masjid dengan taklim, halaqah, dan majlis ilmu lainnya
Rasulullah SAW bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِى الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan, (lalu) dibersihkan dan diberi wewangian." (HR. Abu Daud)
Ketiga, mendirikan shalat jama'ah di masjid
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Shalat jama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian (HR. Muslim)
Keempat, memperbanyak dzikrullah dan tilawah Qur'an di masjid
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لاَ تَصْلُحُ لِشَىْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلاَ الْقَذَرِ إِنَّمَا هِىَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanyasanya ia (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an. (HR. Muslim)
Kelima, memakmurkan masjid dengan taklim, halaqah, dan majlis ilmu lainnya
Rasulullah SAW bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
…dan tidaklah suatu kaum berkumpul
di salah satu rumah Allah (masjid), untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan
mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketentraman kepada mereka,
rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah akan
menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya… (HR. Muslim)
Demikian empat diantara bentuk memakmurkan masjid, semoga Allah SWT memudahkan kita menjadi hamba-hambaNya yang memakmurkan masjidNya.
Demikian empat diantara bentuk memakmurkan masjid, semoga Allah SWT memudahkan kita menjadi hamba-hambaNya yang memakmurkan masjidNya.
بارك
الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وايّاكم بما فيه من الآيات والذّكر الحكيم
وقل ربّ اغفر وارحم وأنت خير الرّاحمين
Khutbah kedua
..................................................
Disusun : Muh Asrofi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar